'Apa kabarnya?'
'Bagaimana hari-harinya?'
Oh, tidak. Mungkin hal yang paling pertama muncul di pikiran ku adalah 'Bagaimana peringainya?' lalu disusul dengan 'Seperti apa rupanya?'
Adakah bohong jika aku bilang aku tidak butuh sosok pendamping. Setiap orang pasti membutuhkan seorang pendamping untuk menemani hari-harinya. Toh, Tuhan juga menciptakan makhluknya berpasang-pasangan. Tapi tidak sekarang. Mungkin nanti jika aku sudah lebih siap.
Hahahaha. Bukan. Jangan berpikiran seperti itu. Aku bukannya belum bisa beranjak dari masa lalu. Atau istilah yang sering orang bilang sekarang 'belum move-on'. Bukan itu. Aku hanya sedang mempersiapkan diri untuk menjadi yang terbaik bagi pasangan ku kelak yang insyaAllah adalah seorang pria yang terbaik pula. Pria yang akan ku jaga wibawanya. Pria yang akan ku hormati keputusannya. Pria yang akan menjadi imam yang baik untuk ku dan anak-anak ku kelak.
Tunggu saja.
Tuhan sedang mempersiapkan dia.
Sosok lelaki yang hadirnya sedang ku tunggu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar