Kamis, 11 Oktober 2012

:')

It's always good having someone who protect you from anything, who listen your story, who cares about yourself. And i'm so lucky to have Wahyu Darmono in my life. 
Bahagia setiap membicarakan tentang masa depan. Berharap Tuhan dengan senang hati menyatukan kami berdua dalam ikatan suci. Lalu menghadiahi kami anak-anak yang lucu dan menggemaskan. Ntah kenapa membicarakan masa depan bersamanya terasa nyata. Merasa yakin kalo perbincangan kami itu akan terwujud suatu hari nanti. Kita memang ga akan pernah tau apa yang akan terjadi kedepannya. Namun bersamanya aku merasa yakin. 


Selasa, 25 September 2012

James Morrison - You Make It Real





There's so much craziness surrounding me,
There's so much going on it gets hard to breathe
When all my faith has gone, you bring it back to me,
You make it real for me

When I'm not sure of my priorities,
When I've lost sight of where I'm meant to be
And like holy water washing over me,
You make it real for me

And I am running to you baby,
You are the only one who saves me
That's why I've been missing you lately,
'Cause you make it real for me

When my head is strong, but my heart is weak,
I'm full of arrogance and uncertainty
When I can't find the words, you teach my heart to speak,
You make it real for me

And I am running to you baby,
You are the only one who saves me
That's why I've been missing you lately,
'Cause you make it real for me

Everybody's talking in words I don't understand,
You've got to be the only one who knows just who I am
And you're shining in the distance,
I hope I can make it through
'Cause the only place that I want to be is right back home with you

I guess there's so much more I have to learn,
But if you're here with me, I know which way to turn
You always give me somewhere, somewhere I can run,
You make it real for me

And I am running to you baby,
'Cause you are the only one who saves me
That's why I've been missing you lately,
'Cause you make it real for me
You make it real for me

Jumat, 21 September 2012

It's You...

~ Now playing: Bon Jovi - Thank You For Loving Me 

Sekarang aku percaya semua hal terjadi karna suatu alasan. 
Tuhan memang punya seribu jalan yang tidak kita mengerti. Tapi semuanya Dia rencanakan untuk kebahagian kita. 

Terima kasih Tuhan karna sudah menghadirkan dia di dalam hidupku. Dia seperti keajaiban yang Tuhan berikan kepadaku. Mencerahkan kembali warna di hidupku yang telah lama pudar. Memberikan semangat di hari-hariku. Seperti melengkapi setengah dari diriku.

Dia, pria pertama yang bisa membuat ku hampir menangis ketika menceritakannya dengan teman-temanku. Bukan karna duka namun karna suka. Perasaan bahagia yang amat sangat selalu menyelimuti hati ketika berbicara tentang dia. Bersyukur Tuhan mengirimkan dia padaku. Right man in the right time and the right place. 

Ah, semua hal itu harus disyukuri bahkan hal terburuk sekalipun. Mungkin kita tidak menemukan alasannya sekarang. Tapi percayalah itu untuk kebaikan kita. Seperti Tuhan yang mengirimkan Wahyu Darmono untukku. Semoga selamanya. <3


Selasa, 13 Maret 2012

Aku masih ingat percakapan kecil kita via BBm kala itu.
Saat itu sudah larut malam dan langit sedang meneteskan air matanya. Aku yang sedang menikmati semangkuk mie instant dan secangkir coklat hangat sambil memandang ke arah jendela apartement ku tiba-tiba mendengar suara BBm masuk. Aku mengambil BlackBerry lalu membaca pesan yang masuk itu.

"Selamat malam gadis kecil ku. Aku kangen banget sama bibir manyun kamu."
"Ah, aku tau ini pasti dari kamu" 
batin ku sambil tersenyum. Andra. Dia laki-laki yang sudah beberapa bulan ini tinggal di pikiran ku.

"Malam juga, pangeran penghuni pikiran ku. Aku juga kangen banget sama celotehan kamu. Urusan kamu udah beres?" balas ku cepat.
"Udah dong, Sayang. Aku udah di depan pintu apartement nih tapi kuncinya ketinggalan di kantor. Ini lagi nunggu diambilin kunci cadangannya."
"Ih dasar, kamu tuh pelupanya minta dicium-able banget deh."
"Ga masalah ketinggalan kunci apartement, asal ga ketinggalan kunci menuju hati kamu aja."

Gombalan Andra mungkin terdengar basi tapi tetap bisa bikin aku tersenyum. Itu salah satu alasan mengapa aku mau nerima Andra jadi pacarku. Mumpung lagi ga ada kerjaan mending ngegombalin balik Andra, pikirku.

"Buat apa kunci menuju hati ku kalo sebenarnya kamu udah ada di dalamnya?" balasku.
"Biar ga ada seorang pun yang bisa masuk ke hatimu selain aku."
"Hahaha. Kamu selalu bisa bikin aku bahagia yah. Andai aku juga bisa sesering itu bikin kamu bahagia."
"Kamu mau tau gimana cara bikin aku bahagia?" tanya Andra.
"Gimana?"
"Cuma dengan ngeliat kamu bahagia. Apalagi kalo bahagianya kamu itu karna aku. Itu aja."
"Kebahagiaan aku itu sebagian besar karna kamu. Bahkan senyum kecil kamu aja bisa bikin hari dan hati ku besorak. Apalagi ngeliat kamu tertawa. Mungkin bisa bikin nafasku berhenti sesaat."
"Kamu tau engga kenapa? Karna kalo aku tertawa nafasku bau jadi kamu berhenti bernafas sesaat deh. Hahaha."

Tuh kan. Andra dan segala candaannya itu memang selalu bisa menghibur.

"Ntar kalo punya anak aku maunya delapan. Tadinya sih kepengen sebelas cuma aku kurangi tiga. Biar tetap ada waktu kamu buat ngurus aku." 

Apaan deh Andra tiba-tiba ngomongin anak, pikirku. "Sesibuk-sibuknya aku tetap ada waktu special buat ngurus kamu."
"Iya dong. Makanya aku yakin ntar anak-anak kita bakalan masuk surga karna surga mereka terletak di bawah telapak kaki seorang wanita, istri,dan ibu yang luar biasa. Yaitu, kamu."
Errr, Ndra....

"Dan ditambah kamu yang mendidik mereka menjadi anak-anak yang luar biasa hebat dan berbaktinya. Mereka meniru lali-laki yang tepat!" balasku.
"Kalo kamu beneran jadi ibu dari anak-anak ku, aku pasti bisa jadi penyair yang hebat. Karna kamu sumber inspirasi ku yang tak terbatas."
"Jika Aku melahirkan anak-anak mu kelak jangan jadikan aku inspirasi berkepanjangan mu. Lihat anak-anak mu. Mereka lah sumber inspirasi terbesar mu."
"Sepertinya aku jadi bodoh karana terlalu terpesona oleh mu."
"Bukan. Kita berdua yang bodoh. Bodoh karna rindu ingin saling bertemu. Dan bodoh karna cinta yang semakin menumpuk."
"Ah, ntah siapa yang bodoh aku ga peduli. Bila mencintaimu adalah hal yang bodoh maka aku ga akan mau menjadi pintar."

"Duh, Ndra. berhenti bikin aku melayang deh. Yang nganter kunci cadangan kamu udah nyampe?"
"Udah daritadi. Aku mau mandi dulu yah, Sayang. Gerah banget seharian tadi luar kantor terus."
"Iya nih, aku juga mau tidur. Habis mandi kamu langsung tidur yah biar kita bisa bermimpi tentang hal yang sama."
"Bermimpi kita bakal bersama selamanya? Itu bukan mimpi, Sayang. Itu masa depan kita."
"Jangan hanya ucapan yang kamu lontarkan. Kenapa tidak kamu buktikan saja? Itu lebih bisa buat aku tenang."
"Disaat hati ku ini milik kamu maka perlu bukti apalagi?"
"Sayang, ucapan hanyalah segelintir kata yang tak bisa dipegang apalagi disimpan kebenarannya. Kamu bisa buktikan seiring langkah kita nanti."
"You got my heart from the start, Honey."
"Udah ah sana kamu mandi. Besok aku bangunin kamu kayak biasa yah. Bye, Honey. Sleep tight!"
"Bye, Honey. You too!"

Lalu ku lihat Display Picture mu. Ah, foto kita sewaktu SMA. Dulu kita hanya sahabat. Siapa yang menyangka akan menjadi seperti ini? 



Sabtu, 11 Februari 2012

Teruntuk dia yang kehadirannya sedang ku nantikan.

'Apa kabarnya?'
'Bagaimana hari-harinya?'
Oh, tidak. Mungkin hal yang paling pertama muncul di pikiran ku adalah 'Bagaimana peringainya?' lalu disusul dengan 'Seperti apa rupanya?'

Adakah bohong jika aku bilang aku tidak butuh sosok pendamping. Setiap orang pasti membutuhkan seorang pendamping untuk menemani hari-harinya. Toh, Tuhan juga menciptakan makhluknya berpasang-pasangan. Tapi tidak sekarang. Mungkin nanti jika aku sudah lebih siap.

Hahahaha. Bukan. Jangan berpikiran seperti itu. Aku bukannya belum bisa beranjak dari masa lalu. Atau istilah yang sering orang bilang sekarang 'belum move-on'. Bukan itu. Aku hanya sedang mempersiapkan diri untuk menjadi yang terbaik bagi pasangan ku kelak yang insyaAllah adalah seorang pria yang terbaik pula. Pria yang akan ku jaga wibawanya. Pria yang akan ku hormati keputusannya. Pria yang akan menjadi imam yang baik untuk ku dan anak-anak ku kelak.

Tunggu saja.
Tuhan sedang mempersiapkan dia.
Sosok lelaki yang hadirnya sedang ku tunggu.

Jumat, 10 Februari 2012

Tentang Kamu.

Ini tentang kamu yang hadirnya selalu aku nanti.
Ini tentang kamu yang wajahnya ingin selalu ku ingat.
Ini tentang kamu yang selalu mencoba merayu ku kala aku marah karna ulah mu.
Ini tentang kamu yang buat aku tertawa karna tingkah konyol mu.
Ini tentang kamu yang menatap mata ku kala kita berbicara.
Ini tentang kamu yang sering mendaratkan ciuman lembut di kening ku.
Ini tentang kamu yang suka menggendong ku tiba-tiba.
Ini tentang kamu yang suka memeluk ku dari belakang.
Ini tentang kamu yang bisa menenangkan aku kala pikiran ku kacau.
Ini tentang kamu yang senyumnya selalu membahagiakan hati ku.

Ini juga tentang kamu yang pintar membuat ku menangis.
Ini juga tentang kamu yang selalu membatasi ruang gerak ku.
Ini juga tentang kamu yang gampang terpancing emosi.
Ini juga tentang kamu yang marah kala aku mengobrol dengan teman lelaki yang tidak kamu kenal.
Ini juga tentang kamu yang inginnya selalu harus dituruti.
Ini juga tentang kamu yang terkadang bibirnya suka berkata kasar.

Ini semua tentang kamu. 
Masih tentang kamu.